self titled

bukan pujangga, namun senang mengisyaratkan kata demi kata dalam sebuah laman kosong.

twitter : @ariefirman
msn : ariefiandi@hotmail.com
ym : whateverwhanever
facebook : ariefiandi firman
formspring : formspring.me/ariefirman
bbm : 26944250

see you there guys, gotta know me better

-ar-

Halo selamat pagi! Hari pertama dibulan Juni dan gw sangat excited haha. Kenapa? Karena liburan gw akan segera dimulai. Besok gw akan berangkat ke malang dan lalu bersiap2 untuk naik gunung, gunung semeru, menuju puncak mahameru.

Bagi kalian yang sudah membaca novel 5CM (which is one of the best novel I’ve ever read), tentu gunung semeru tidak terdengar asing.Ya, intinya akan menjadi sebuah kepuasan yang tidak terbandingkan kalo nanti gw berhasil sampai puncaknya. Jujur, gw belum pernah naik2 gunung, dan ini akan menjadi yang pertama buat gw.

Ok, gw harus melakukan packing dan mempersiapkan barang2nya buat besok. So, see you soon!

-ar-

Dulu jaman SMA, sering banget masih melek sampai jam segini, dan masih ngerasa santai buat paginya sekolah. DI waktu2 kaya gini, malah biasanya gw rajin update blog, bikin post2 baru. Sejak kuliah, melek sampai jam segini nggak enak, bsknya harus kuliah. Dan entah kenapa sejak kuliah, otak jadi nggak begitu nyaman lagi buat dipake ngeupdate blog. Well, bukan maksud untuk berlebihan, but I feel that this college thingy took my creativity out.

Dan ya, time flies. Gw mau nggak mau menjalankan hidup gw yang sekarang. Mungkin belum begitu terlihat nyaman, tapi semuanya butuh progress. Gw merasa sudah berada di jalur yang tepat. Sekarang, tinggal waktu yang bermain.

So, it’s all about the second. the next second, the next, and the next . .

(Source: smilezexpress, via imgfave)

Hari ini rame. Gw baru aja pulang dari Dago Tea House. Dsana ada pertunjukan teater yang dibuat oleh mahasiswa/i SBM dan FSRD. Temanya bagus, mengangkat tentang sebuah arti kemerdekaan sesungguhnya. Akan gw kasih gambaran mengenai teater yang berlangsung.



Awalnya, kita dijumpai seorang kakek yang ternyata beliau merupakan gambaran dari Negara Republik Indonesia. Awalnya dia mendeskripsikan dirinya yang baru saja merdeka. Pada saat itu, semua penduduk Indonesia memperjuangkan kemerdekaan dengan arti yang sama, sehingga persatuan didapatkan. Seiring berjalannya waktu, dengan berpindahnya rezim kepemimpinan dari Soekarno ke Soeharto, yang merupakan seorang militer, Indonesia mengalami perubahan. Awalnya, Indonesia menjadi negara yang semakin kuat. Namun, seiring waktu kepemimpinan Soeharto yang terlalu lama, beliau menjadi bertindak seenaknya. HAM menjadi sempit pengartiannya, harga2 sembako naik, dan Indonesia dililit banyak utang. Kemerdekaan seakan kembali hilang dan masyrakat Indonesia tidak mempunyai kebebasan untuk berpendapat. Hingga akhirnya, mahasiswa turun ke jalanan, berorasi. Pada titik puncaknya, pada tahun 98 Soeharto turun.

Di era eformasi, yaitu era sekarang, kemerdekaan menjadi sebuah arti yang relatif, tergantung dari golongan masyarakatnya. Bagi masyarakat kurang mampu, merdeka adalah mereka bebas dan berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan murah. Bagi kaum borjuis, kemerdekaan adalah ketika mereka diberikan kebebasan untuk melakukan apa saja, selama itu memberi keuntungan buat mereka. Bagi kaum politikus, merdeka adalah kemenangan yang didapat ketika pendapat mereka dijadikan sebuah dasaran hukum negara ini.Dan pada akhirnya, arti dari kemerdekaan sendiri menjadi sebuah frasa bernyawa beda. Kemerdekaan yang dulu dapat dijadikan sebuah seruan tegas untuk memperkuat persatuan, nyatanya di jaman berubah menjadi sebuah pemicu konflik karena setiap golongan memperjuangkan kemerdekaannya masing2.

Di akhir cerita, kakek yang merupakan Negara Republik Indonesia, mati karena begitu banyak konflik yang terjadi di antara golongan di Indonesia. Negara kita kritis lalu hancur dikarenakan masyarakatnya sendiri.


Mau sampai kapan ego pribadi memperbudak diri kita?

-ar-

Everything you can imagine is real. Pablo Picasso (via girlwithoutwings)

(Source: quote-book)

A man can be himself only so long as he is alone; if he does not love solitude, he will not love freedom; for it is only when he is alone that he is really free. Arthur Schopenhauer, Counsels and Maxims (via liquidnight)
I’d be smiling and chatting away, and my mind would be floating around somewhere else, like a balloon with a broken string. Haruki Murakami, The Wind-Up Bird Chronicle (via jusellietokitoinkee)

(Source: quote-book)

[Flash 9 is required to listen to audio.]

loveyourchaos:

Listen to this, it will make your heart explode. 

(Source: fleetfoxessing, via fuckyeahhappy)